KPID Optimalkan Siaran Serentak “Jateng Bersalawat”

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriyah direncanakan bakal dikemas dalam acara “Jateng Bersalawat”. Bahkan dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah atau KPID Jateng, juga mentransformasikannya dalam bentuk siaran serentak televisi dan radio se-Jawa Tengah, tepatnya pada Jumat 20 November 2020.

Berdasarkan rilis yang diterima tim pemberitaan LPPL Radio Bercahaya FM Cilacap, Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Jawa Tengah – H Isdiyanto menjelaskan, bahwa dalam acara yang digagas Pemprov Jawa Tengah KPID, dilibatkan dalam koordinasi untuk membantu penyebarluasan acara melalui siaran radio dan televise.

Dari hasil koordinasi tersebut, ditetapkan “Jateng Bersalawat” akan disiarkan langsung oleh TVRI Jawa Tengah serta siaran On Air RRI Semarang. Dimulai tepat jam 9 malam hingga satu jam kedepan. Sementara untuk kegiatan tersebut, dipusatkan di gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang. Selanjutnya siaran RRI akan direlay oleh seluruh stasiun radio di Jawa Tengah.

KPID Jawa Tengah meminta kepada seluruh LPP, LPPL, LPS dan LPK jasa penyiaran radio di Jawa Tengah, untuk berpartisipasi dengan menggemakan siaran bersama tersebut. Olehkarenanya hal ini sudah ditindaklanjuti dengan KPID Jateng yang telah berkirim surat kepada seluruh lembaga penyiaran jasa penyiaran radio pada 4 November 2020.

“Sebagian besar penyelenggara penyiaran radio termasuk para pimpinan jaringan radio di Jawa Tengah telah menyatakan kesiapannya untuk merelay melalui RRI Semarang,” imbuhnya

Terkait teknis relay, lembaga penyiaran radio dikatakan untuk berkoordinasi dengan Bhakti Yudhatama selaku perwakilan dari RRI Semarang.

 

“Untuk teknis relay, lembaga penyiaran radio agar berkoordinasi dengan Bhakti Yudhatama, dari RRI Semarang, Nomor HP 081229000228,” jelas Isdiyanto.

Lebih lanjut, urgensi dari menggemakan “Jateng Bersalawat” melalui siaran serentak, kata Isdiyanto, dilatarbelakangi acara tersebut baru pertama kalinya diselenggarakan oleh Pemprov Jateng sejak pandemi Covid-19.

Maka pihaknya menilai jika momentum Jateng bersalawat sangat tepat dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat berdoa dan bersalawat bersama agar Jawa Tengah segera terbebas dari Covid-19.

Mengingat pandemi hingga kini masih menguat, maka pelaksanaannya menggunakan Protokol Kesehatan Covid-19. Antara lain dilakukan pembatasan peserta maksimal hanya 60 orang. Meskipun kapasitas normal dari gedung dapat menampung sekitar 1000 orang.

Dengan demikian, dikatakan bahwa lembaga penyiaran memiliki peranan sangat penting sebagai jembatan komunikasi antara mereka yang ada di Gedung Gradhika dengan masyarakat luas saat acara berlangsung.

Untuk diketahui Jateng Bersalawat bertema Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H Meningkatkan Persatuan Umat. Sementara itu didalamnya terdapat sambutan dari Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo. Kemudian dilanjutkan tausiyah oleh KH Mustofa Bisri atau Gus Mus selaku Pengasuh Ponpes Raudlotul Tholibien, Leteh, Rembang, Jawa Tengah.

Sedangkan doa akan dipimpin oleh pengasuh Ponpes Girikusumo, Mranggen, – KH Munif Zuhri. Pengajian Maulid ini turut disemarakkan Hadroh Az Zahir Pekalongan, pimpinan Habib Ali Zaenal Abidin.

Dalam kegiatan tersebut direncanakan hadir jajaran Forkompimda Jawa Tengah, para Ketua Ormas Keagamaan, KPID, pimpinan TVRI dan pimpinan RRI Semarang.

Open chat
1
Lapor Bupati Cilacap..... !
silahkan sampaikan keluhan anda !
seputar Infrastruktur dan
Layanan Masyarakat
%d blogger menyukai ini: