Ratusan Petugas Pantau Pemotongan Hewan Kurban di Cilacap

CILACAP – Guna memantau pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah, Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Cilacap memastikan bakal mengerahkan 160 petugasnya di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap – Supriyanto melalui Kasi Kesehatan Hewan dan Kesmavet – Slamet Sugino mengatakan, pemantauan dan pemeriksaan hewan kurban sejauh ini sudah dilakukan di 26 tempat penjualan yang ada di Cilacap. Diantaranya lapak yang berada di Kesugihan, Distrik Jeruk Legi,  Cilacap Utara dan Cilacap Tengah.

Sampai dengan Selasa siang, tepatnya 28 Juli 2020, Dispertan Cilacap berhasil memeriksa sebanyak 1013  Sapi, 5 Kerbau, 316 Kambing, dan 257 Domba. Dari hasil pemeriksaan disejumlah lapak ini, ditegaskan kondisi calon hewan kurban dalam keadaan layak. Bahkan secara keseluruhan belum ditemukan penyakit berbahaya sepeti antraks pada hewan kurban yang ada diwilayah Cilacap.

Kendati demikian, lanjut dia, dalam pemeriksaan tersebut petugas menemukan hewan kurban yang mengalami luka akibat jatuh atau saling berbenturan saat pengiriman dari kandang peternak menuju lokasi penjualan. Namun hal ini menurutnya tidak menjadi hal yang patut dikhawatirkan.

“Calon hewan kurban yang kondisinya sehat, diberi label sehat oleh petugas. Ini untuk memudahkan para calon pembeli, dan kami pastikan pemeriksaan serta pemberian label ini gratis atau tdak dipungut biaya,” ungkapnya.

Sementara untuk pemantauan pemotongan hewan kurban, Slamet Sugino mengungkapkan, secara teknis akan di mulai pada H-1 hingga hari H pelaksanaan pemotongan hewan kurban. Kemudian 160 petugas tersebut akan memeriksa ternak secara antemortem (sebelum dipotong) dan postmortem (setelah dipotong).

Ratusan petugas tersebut, dikatakan untuk tahun ini hanya melaksanakan pemantauan di wilayah kota Cilacap. Sedangkan di kecamatan-kecamatan lainnya dikoordinasikan oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL) setempat.

Kendati demikian, pihaknya tetap mewaspadai kemungkinan adanya hewan kurban yang terlihat sehat namun ternyata terkena cacing hati. Oleh karena itu, tetap dilakukan pemeriksaan postmortem terhadap hewan kurban khususnya sapi yang telah dipotong. Hal ini guna memastikan ternak tersebut tidak terkena cacing hati.

 Ia mengatakan jika ditemukan adanya cacing hati, petugas akan segera memisahkan bagian hati tersebut untuk dimusnahkan dengan cara dibakar atau dikubur dengan diberi oli bekas terlebih dahulu.

“Yang jelas dimasa pandemi Covid-19 saat ini, pelaksanaan setiap pemeriksaan hewan  kurban oleh petugas tetap mengikuti  protokol kesehatan Covid -19. Diantaranya menggunakan masker, menjaga jarak dan memberikan anjuran kepada pihak penyelenggara pemotongan hewan kurban untuk menyediakan sarana untuk mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun,” pungkasnya.(Guruh/LPPL)

Open chat
1
Lapor Bupati Cilacap..... !
silahkan sampaikan keluhan anda !
seputar Infrastruktur dan
Layanan Masyarakat
%d blogger menyukai ini: