Terdampak Covid-19, Paguyuban Pekerja Seni Cilacap Beraudiensi Dengan Bupati

CILACAP – Sejumlah pekerja seni yang tergabung dalam Paguyuban Pekerja Seni Cilacap (PPSC) beraudiensi dengan pimpinan daerah Kabupaten Cilacap, Rabu (8/7). Rombongan diterima Bupati Tatto Suwarto Pamuji, bersama Ketua DPRD Kabupaten Cilacap, di Ruang Prasanda Rumah Dinas Bupati Cilacap.

Turut hadir, Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Farid Ma’ruf beserta para Asisten Sekda, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Cilacap, Heroe Harjanto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Pramesti Griana Dewi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cilacap, Yuliaman Sutrisno, serta sejumlah pejabat Setda Cilacap.

Ketua PPSC Bambang ‘Bravo’ melalui juru bicaranya Kusno Sujarwadi menjelaskan, para pekerja seni menemui Bupati Cilacap beserta pimpinan daerah untuk beraudiensi agar industri hiburan khususnya pagelaran kesenian tradisional dalam panggung hajatan kembali bergairah di era new normal.

Untuk mengawal hal tersebut, PPSC juga menampilkan simulasi penyelenggaraan hajatan dan hiburan dengan mengedepankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Didalamnya mengatur berbagai hal, mulai dari tata cara ijab qabul, prosesi hajatan, hingga ramah tamah antara penyelenggara dan tamu undangan.

“Untuk itu kami beraudiensi dengan Bupati untuk mencari solusi. Mengingat sejak pandemi Covid-19, kami tidak bekerja sama sekali”, terangnya.

Menanggapi hal tersebut Ketua DPRD Kabupaten Cilacap, Taufik Nurhidayat menjelaskan, beberapa waktu lalu PPSC juga telah menemuinya untuk membicarakan hal serupa. Diterangkan, izin penyelenggaraan keramaian merupakan ranah kepolisian.

Meski memasuki new normal telah dicabut dan beberapa kegiatan telah diizinkan kembali, namun prinsipnya keselamatan masyarakat menjadi hukum tertinggi. Di sisi lain kedisiplinan masyarakat masih rendah sehingga apabila tidak dikontrol dapat menimbulkan kluster penularan baru.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf menjelaskan, penanganan Covid-19 membutuhkan partisipasi masyarakat. Khusus untuk penyelenggaraan hajatan, sampai saat ini Pemkab Cilacap belum memiliki landasan hukum.

“Kalau untuk masjid, mushala, kita ada. Apabila dalam kesepakatan Bupati menginstruksikan membuat Surat Edaran, saya akan mengacu Surat Menteri Agama dan dari Gubernur. Bagaimana agar protokol kesehatan benar benar dilaksanakan”, kata Sekda.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Pramesti Griana Dewi mengapresiasi simulasi yang telah dibuat oleh PPSC. Namun satu hal yang tidak boleh diabaikan yakni pentingnya menjaga jarak (physical distancing). Demikian juga Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji memberikan sambutan yang baik atas upaya PPSC dalam mensimulasikan kegiatan hajatan.

“Tapi apa betul simulasi semacam ini bisa diterapkan di setiap hajatan. Ini perlu kajian science”, kata Bupati.

Bupati berharap, era new normal dapat menggerakan kembali perekonomian masyarakat. Termasuk para pekerja seni yang menggantungkan sebagian besar pencahariannya pada penyelenggaraan hajatan. Meski demikian pihaknya tidak menginginkan adanya penambahan kluster Covid-19 baru, apabila izin ini dikeluarkan tanpa adanya kajian mendalam.

Di akhir audiensi, Bupati bersama pimpinan daerah akan membawa usulan PPSC dalam rapat khusus. Bupati berharap ada data-data science untuk mengawal kebijakan new normal di Kabupaten Cilacap, agar para pekerja seni dapat kembali beraktivitas dan mendapat penghasilan dari mata pencahariannya.

Sebagai informasi, PPSC baru dibentuk sebulan lalu. Paguyuban ini dibentuk atas dasar keprihatinan dan solidaritas antara pekerja seni di Kabupaten Cilacap. Karena selama pandemi Covid-19, mereka tidak memiliki mata pencaharian seiring diterbitkannya larangan izin keramaian oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mendasari maklumat Kapolri.(dn/kominfo)

Open chat
1
Lapor Bupati Cilacap..... !
silahkan sampaikan keluhan anda !
seputar Infrastruktur dan
Layanan Masyarakat
%d blogger menyukai ini: