Hasil Rapid Test Bocor, Ini Tanggapan Kadinkes Cilacap

CILACAP – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr. Pramesti Griana Dewi menegaskan, hasil rapid test reaktif bukan merupakan standar uji klinis seseorang dinyatakan positif Covid-19. Metode ini hanya merupakan tahapan screening, untuk memetakan titik rawan di sejumlah pusat keramaian.

Hal ini disampaikan menanggapi adanya capture yang menampilkan laporan hasil pemeriksaan RDT Covid-19 pada beberapa toko swalayan di Kabupaten Cilacap. Hasil tersebut beredar di berbagai platform media sosial maupun aplikasi perpesanan, sehingga masyarakat meminta penjelasan dari pihak terkait.

“Memang pada hari Jumat 22 Mei 2020 mengadakan rapid test massal untuk screening, deteksi dini pada beberapa lokasi yang kita anggap rawan”, kata Pramesti.

Disebutkan rapid test dilaksanakan di 29 pasar dan 17 toko swalayan besar, dengan metode pengambilan sampel secara random sesuai kepadatan di tiap titik. Total ada 255 test yang dilakukan, dengan 11 diantaranya menunjukan hasil yang reaktif.

Akan tetapi, hasil ini bukan hasil yang pasti dalam deteksi Covid-19. Pihaknya masih harus menunggu hasil dari PCR/swab test. “Dari 11 orang tersebut 2 diantaranya berdomisili di Banyumas. Sedangkan 9 lainnya sudah kami jadwalkan unuk swab test”, tegas Pramesti.

Adapun hasil PCR/swab test tersebut nantinya akan diumumkan secara resmi melalui Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Cilacap. “Oleh karena itu masyarakat untuk tidak mempercayai berita yang beredar, apabila hasil rapid test menyebutkan nama dan alamat, itu bukan publish resmi dari Dinas Kesehatan maupun Gugus Tugas”, tegasnya.(dn/kominfo)

Open chat
1
Lapor Bupati Cilacap..... !
silahkan sampaikan keluhan anda !
seputar Infrastruktur dan
Layanan Masyarakat
%d blogger menyukai ini: