Diskominfo Gelar Wayang Kulit di Kecamatan Sampang

CILACAP – Wayang kulit merupakan salah satu seni budaya yang sangat efektif dijadikan media sosialisasi berbagai kebijakan pemerintah. Pendekatan semacam inilah yang dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cilacap dalam menyebarluaskan informasi pembangunan daerah.

Jumat (28/2) malam, kegiatan ini digelar di halaman Kantor Desa Brani Kecamatan Sampang. Meski sempat turun hujan lebat, terbukti animo masyarakat tetap tinggi untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit yang dimainkan Ki Dalang Guntur Riyanto dari Kecamatan Maos.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cilacap yang diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Pengembangan Komunikasi Publik, Sukaryanto menjelaskan, sosialisasi pembangunan dapat dilakukan melalui berbagai media, baik elektronik, cetak, maupun media kesenian tradisional.

“Dalam hal ini media tradisional bisa berupa kethoprak, kesenian lengger juga pernah, termasuk wayang kulit ini sudah berulang kali”, jelasnya.

Dijelaskan, Pemerintah Kabupaten Cilacap berkomitmen untuk terus menyebarluaskan informasi pembangunan, termasuk melalui media tradisional. Sebab selain pesan yang disampaikan mudah diterima masyarakat, hal ini juga bertujuan melestarikan berbagai seni budaya yang ada di Kabupaten Cilacap.

“Di samping sebagai tontonan, diharapkan juga menjadi tuntunan. Karena di dalamnya mengandung banyak filosofi yang relevan dengan kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara”, tambahnya.

Pada kesempatan ini, Camat Sampang yang diwakili Sekretaris Camat Sampang, Budi Suharto, menjelaskan, kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara pemerintah desa, kecamatan, dan Pemkab Cilacap. Dalam hal ini, Pemkab Cilacap tekah berupaya semaksimal mungkin untuk mengoptimalkan pembangunan.

“Desa bersama BPD telah menentukan arah pembangunan tahun 2020, dan mudah mudahan itu dapat mengoptimalkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat”, terangnya.

Salah satu kegiatan pembangunan yang cukup besar tahun ini, menurut Budi, yakni peningkatan Jalan Gerilya, mulai dari Desa Karangtengah hingga perbatasan Banyumas. Selama pelaksanaannya, pengguna jalan mungkin akan sedikit terganggu oleh tumpukan material maupun aktivitas pekerjaan.

Sementara itu Kepala Desa Brani, Eltoro mengatakan, sosialisasi pembangunan daerah memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat di era keterbukaan. Di sisi lain, pelaksanaannya juga berkat partisipasi aktif masyarakat, dalam hal ini melalui pembayaran pajak.

“Seperti diketahui, salah satu sumber anggaran pemerintah adalah pajak. Oleh karenanya saya menghimbau agar masyarakat melaksanakan kewajibannya membayar pajak tepat waktu, khususnya PBB”, katanya.

Pertunjukan wayang kulit dengan lakon ‘Murco Lelono’ ini berlangsung meriah. Hujan lebat yang turun sejak petang, tak menyurutkan antusiasme masyarakat memadati balai desa untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.(dn/kominfo)

Open chat
1
Lapor Bupati Cilacap..... !
silahkan sampaikan keluhan anda !
seputar Infrastruktur dan
Layanan Masyarakat
Powered by
%d blogger menyukai ini: