Antisipasi Virus Corona Dinkes Sidak WNA China di Cilacap

CILACAP – Virus corona yang baru ditemukan Desember lalu di kota Wuhan, China, telah menewaskan sebanyak 80 korban dan kasusnya diketahui pada hari ini telah meningkat menjadi lebih dari 2 ribu orang di China daratan. Bahkan dari data terakhir yang dihimpun dari sejumlah media, penyebaran virus Corona sudah merambah disekitar 13 negara dunia, termasuk negara-negara tetangga Asia seperti Thailand dan Singapura, hingga ke Perancis dan Amerika Serikat atau AS.

Sementara untuk di Indonesia sendiri, sampai berita ini diturunkan masih belum ditemukan pasien yang positif mengidap penyakit pernafasan yang diakibatkan oleh Virus Corona. Kendati demikian sejumlah pihak terus melakukan pengawasan maupun upaya pencegahan dari penyebaran virus mematikan tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap yang melakukan inspeksi kesehatan terhadap para Tenaga Kerja Asing atau TKA yang bekerja di Cilacap. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel di Cilacap, Senin (27/01/20).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap – dr. Pramesti Griana Dewi menjelaskan, inspeksi tersebut dilakukan setelah pihak dinas kesehatan menerima informasi dari salah satu karyawan PLTU Karangkandri Cilacap yang mengetahui adanya anggota keluarga dari TKA PLTU Cilacap yang memiliki gejala penyakit saluran pernafasan. Yakni seperti demam, batuk, pilek, lemas yang dirasakan oleh LS perempuan berusia 29 asal China sejak hari Minggu tanggal 26 Januari 2020 lalu.

Lebih lanjut, guna mencegah kejadian luar biasa atau KLB, informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Tim Penyelidikan Epidemiologi dari Dinas Kesehatan dan KKP Cilacap dengan melakukan sejumlah tahapan proses investigasi.

Disinggung soal hasilnya, dr. Pramesti Griana Dewi mengungkapkan, salah satu TKA PLTU Cilacap diketahui memiliki aktifitas selama cuti kerja dan berpergian ke Wuhan, China pada tanggal 28 Desember 2019.

Kemudian pada hari Selasa tanggal 21 Januari 2020, TKA tersebut mengajak istrinya kembali ke Indonesia. Sedangkan anaknya dari Shanghai bertemu dengan keduanya di Bandara Soekarno Hatta. “Selanjutnya mereka melanjutkan perjalanan ke stasiun Purwokerto. Dan pada hari Rabu 22 Januari 2020 ketiga WNA tersebut telah berada di salah satu Hotel di Cilacap. Kemudian pada hari Minggu 26 Januari 2020, anggota keluarga TKA tersebut mengeluh demam, batuk, pilek, dan lemas. Sejauh ini katanya sudah meminum antibiotik dan obat batuk mix yang dibawa dari China,” terang dr. Pramesti.

Pramesti mengatakan, setelah dicek pada hari ini, katanya keadaan LS perempuan berusia 29 tahun itu diketahui sudah mulai membaik.

“Kondisinya sudah lebih baik, dengan suhu tubuhnya sekitar 36,5 derajat. Namun demikian masih ditemukan sedikit gejala batuk, pilek, dan sedikit lemas. Olehkarenanya Dinas Kesehatan Cilacap akan melakukan sejumlah langkah antisipasi lanjutan. Yakni dengan merujuk WNA asal China tersebut ke RS Margono Purwokerto,” kata dr.Pramesti.

Pramesti menghimbau kepada masyarakat Cilacap untuk tetap tenang dan tidak panik terhadap kejadian tersebut. Selain itu ia meminta masyarakat dapat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan maupun gaya hidup yang sehat.“Yang jelas harus diantisipasi oleh setiap individu, dengan cara menerapkan gaya hidup sehat. Salah satunya yakni mencuci tangan dengan sabun,” pungkasnya.(Rin/grh)

Open chat
1
Lapor Bupati Cilacap..... !
silahkan sampaikan keluhan anda !
seputar Infrastruktur dan
Layanan Masyarakat
Powered by
%d blogger menyukai ini: