logo
  • Januari 17, 2019
  • Berita
  • Komentar Dinonaktifkan pada Banyumas Jajaki Kerjasama Pengelolaan Sampah dengan Cilacap

Banyumas Jajaki Kerjasama Pengelolaan Sampah dengan Cilacap

CILACAP – Pemerintah Kabupaten Banyumas menjajaki kemungkinan kerjasama terkait pengelolaan sampah dengan Kabupaten Cilacap. Penjajakan ini dipimpin langsung oleh Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas dan pejabat terkait.

“Kunjungan kami untuk menjajaki kemungkinan kerjasama tentang pembuangan/pengolahan residu sampah yang ada di Kabupaten Banyumas”, katanya.

Rombongan Pemkab Banyumas diterima Bupati Cilacap Tatto S. Pamuji di Ruang Prasanda Pendopo Kabupaten Cilacap. Turut mendampingi Bupati, Sekda Farid Ma’ruf, Plt. Kepala DLH Kabupaten Cilacap, Dian Setyabudi, Kepala Bapelitbanda, Sumbowo dan sejumlah pejabat terkait dijajaran Pemkab Cilacap.

Dalam paparannya, Bupati Banyumas mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah di Banyumas saat ini dilakukan di Hanggar pemilahan sampah yang dibangun di tujuh lokasi, . Yakni di Kecamatan Ajibarang, Wangon, Sumbang, Kalibagor, Sumpiuh, dan dua unit di Kota Purwokerto.

“Namun pengolahan di Hanggar masih menyisakan residu. Residu ini tidak memiliki nilai ekonomis dan harus dibuang”, ujarnya.

Residu sampah yang dihasilkan Kabupaten Banyumas setiap harinya mencapai 15 truk, setara dengan 45 ton. Untuk itu, Pemkab Banyumas menjajaki kemungkinan kerjasama dengan Cilacap, untuk bisa menerima residu sampah dari Kabupaten Banyumas. Mengingat di Cilacap sudah berdiri pabrik RDF.

Plt Kepala DLH Kabupaten Cilacap, Dian Setyabudi menjelaskan, produksi sampah di Kabupaten Cilacap, mencapai 120 ton per hari. Pengolahan sampah RDF akan menghasilkan hingga 45 ton sampah kering untuk dijual kepada pihak ketiga, yakni Holcim yang sudah memasang feeding system yang bisa mengolah hasil RDF ini.

“System ini setiap harinya membutuhkan 40 sampai 45 ton sampah kering sebagai bahan bakar pengganti batu bara”, kata Dian.

Sebagai informasi, luas lahan TPA seluas 6,3 hektar. Dari luas tersebut, luasan TPA yang aktif hanya tersisa 1,4 hektar. Keberadaan RDF ini, menjadi solusi penanganan sampah. Usai diterima di Ruang Prasanda Tim dari kabupaten Banyumas mengadakan peninjauan ke pabrik RDF di Tritih Wetan.(dony/kominfo)


Powered by Kominfo Cilacap 2017
1
Selamat Datang
Ada yang bisa Kami Bantu....!
Powered by
%d blogger menyukai ini: