Gandeng KIM Banjarwaru, Diskominfo Gelar Pertunjukan Kethoprak

????????????????????????????????????

CILACAP – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cilacap bekerjasama dengan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Desa Banjarwaru Kecamatan Nusawungu, menggelar pertunjukan Kethoprak di halaman Balai Desa Banjarwaru, Sabtu (25/8/2018).

Acara yang dihadiri segenap Forkopimcam dan tokoh masyarakat setempat ini dibuka Kepala Diskominfo Cilacap, Drs. M. Wijaya, MM. Dalam sambutannya, Wijaya mengatakan bahwa Kethoprak merupakan salah satu kebudayaan lokal yang harus dilestarikan.

“Selain memberikan hiburan, Kethoprak mengandung pesan moral yang dapat diteladani masyarakat sehingga harus tetap dilestarikan”, kata Wijaya.

Kepala Desa Banjarwaru, Sudarmanto mengungkapkan, KIM Desa Banjarwaru merupakan sebuah kelompok yang dibentuk dari, oleh, dan untuk masyarakat. Aktivitasnya yakni melakukan pengelolaan informasi dan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan berbagai elemen sosial.

“KIM ini baru dibentuk beberapa saat lalu. Adapun fasilitasi diseminasi informasi kami lakukan bekerjasama dengan Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra), melalui penyelenggaraan Kethoprak”, kata Sudarmanto.

Pagelaran Kethoprak ini mengangkat lakon “Jambul Kromo Yudho”. Alur cerita mengambil latar waktu zaman Kerajaan Mataram. Alkisah, Mataram berupaya keras menaklukkan Kerajaan Blambangan. Namun dalam suatu pertempuran, Maha Patih Mataram gugur di palagan.

Kala kemelut memuncak, seorang lelaki miskin bernama Kromo dari Gunung Kidul ingin menjadi abdi kerajaan dengan tujuan merubah nasib. Dengan restu anak istrinya, dia pergi ke Kota Raja membawa pusaka leluhur dan bersumpah akan mengangkat derajat keluarganya.

Singkat cerita, Kromo berhasil mengalahkan Adipati Blambangan yang mbalelo dan menjadi pahlawan bagi Mataram. Kedudukan tinggi ternyata membuatnya keblinger dan melupakan anak istrinya di kampung. Dia bahkan menikahi anak penguasa Mataram, dengan imbalan menjadi Tumenggung bergelar Yudho Negoro.

Ditengah kebahagiaan kehidupan Yudho di Kota Raja, datanglah anak dan istrinya. Sayangnya, Yudho telah melupakan janji dan mengusir mereka penuh kenistaan. Kenyataan ini lantas membuat penguasa Mataram murka dan mengusir Yudho.

Di tengah penyesalannya, Yudho teringat sumpahnya saat berangkat ke Kota Raja dahulu. Tiba tiba dalam bayangannya muncul sosok anak dan istrinya saat ditinggalkan. Yudho mengejar bayangan itu hingga kelaut kidul, bahkan hingga ke tengah samudera.

Dia ahirnya hanyut ditelan ombak laut selatan, akibat termakan sumpahnya dahulu. Pagelaran ini sukses menyedot animo masyarakat. Terbukti sejak dibuka pukul 20.30 WIB, halaman balai desa tempat pagelaran Kethoprak pimpinan Siswanto itu ramai dipadati penonton.(dony/kominfo)

Foto : Salah satu adegan Kethoprak ketika Adipati Blambangan mengamuk dalam pemberontakannya.

Open chat
1
Lapor Bupati Cilacap..... !
silahkan sampaikan keluhan anda !
seputar Infrastruktur dan
Layanan Masyarakat
Powered by
%d blogger menyukai ini: