logo
  • April 27, 2018
  • Berita, Pembangunan
  • Komentar Dinonaktifkan pada CILACAP DIJADIKAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS BERSKALA NASIONAL

CILACAP DIJADIKAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS BERSKALA NASIONAL

CILACAP – Pemerintah Pusat mencanangkan Cilacap sebagai kawasan ekonomi khusus industri berskala nasional. Informasi tersebut disampaikan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam agenda morning tea bersama para stakeholder di ruang Gadri, Pendopo Wijayakusuma Cilacap, Jumat (27/4/2018) pagi.

Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat Setda Cilacap, Kepala Divisi Korporasi dan Komersil Bank Jateng Kantor Pusat Semarang Antoni Winarno, dan GM Pertamina RU IV Cilacap Dadi Sugiana. Bupati berharap, perkembangan industri di Cilacap diimbangi serapan tenaga kerja lokal yang memadai.

“Pemerintah memberikan pilihan bagi Cilacap untuk menjadi kawasan ekonomi khusus. Hal ini telah saya komunikasikan ke Presiden RI dan Menteri PUPR”, kata Bupati.

Untuk mendukung hal ini, pemerintah akan merealisasikan pembangunan jalan tol yang menghubungkan Cilacap – Tasik, Cilacap – Tegal, dan Cilacap – Yogyakarta  pada 2019. Demikian juga pelabuhan, akan dikembangkan menjadi prasarana berstandar internasional.

Pengembangan industri, lanjut Bupati juga memerlukan dukungang energi yang memadai. Sehingga pemerintah kini mengembangkan megaproyek pembangkit listrik 35.000 mega watt (MW). 5.000 MW diantaranya ada di Cilacap dan kini telah terealisasi 3.000 MW.

Kepala Divisi Korporasi dan Komersil Bank Jateng Kantor Pusat Semarang Antoni Winarno, proyeksi pengembangan Kabupaten Cilacap sebagai kawasan ekonomi khusus maupun industri berskala nasional tentu membutuhkan dana yang cukup besar. Oleh karena itu sebagai lembaga keuangan milik pemerintah, pihaknya siap memfasilitasi dukungan finansial sesuai kemampuannya.

General Manager Pertamina RU IV Cilacap, Dadi Sugiana dalam kesempatan ini menyampaikan, PT. Pertamina (Persero) memiliki tiga proyek besar yakni RDMP Cilacap, modifikasi kilang di Balikpapan, serta kilang minyak Balongan.

Selain itu Pertamina juga menambah unit kilang baru di Bontang dan Tuban. Proyek ini harus selesai pada tahun 2025. Karena membutuhkan dana besar, Pertamina menggandeng perusahaan Migas asal Rusia, Rosneft Oil Company, dan raksasa Migas Timur Tengah, Saudi Aramco.

“Untuk RDMP, peningkatan kapasitas produksinya memang tidak naik signifikan, tapi kualitas produknya lebih baik. Jadi ini proyek strategis untuk mengantisipasi kebutuhan BBM domestik yang sekarang 50 % masih impor”, jelasnya.(dony/kominfo)

Foto : Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menyampaikan sejumlah rencana Pemerintah Pusat terkait pengembangan Cilacap sebagai kawasan ekonomi khusus industri berskala nasional di ruang Gadri, Pendopo Wijayakusuma Cilacap, Jumat (27/4/2018).


Powered by Kominfo Cilacap 2017
%d blogger menyukai ini: