logo
  • Februari 22, 2018
  • Berita
  • Komentar Dinonaktifkan pada DISKOMINFO CILACAP GELAR KONSULTASI PUBLIK RENSTRA

DISKOMINFO CILACAP GELAR KONSULTASI PUBLIK RENSTRA

CILACAP – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cilacap menggelar Konsultasi Publik Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2018. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan gambaran serta arah pembangunan dalam bidang komunikasi dan informatika di Kabupaten Cilacap selama 5 tahun. Rapat dipimpin oleh Plt. Kepala Diskominfo Cilacap, Drs. M. Wijaya, M.M dihadiri pejabat struktural Diskominfo, praktisi media cetak dan elektronik, Lembaga Swadaya Masyarakat, serta dua orang konsultan, yakni Yuni Dwi Purwani dan Tities Kartikasari.

Dalam konsultasi publik rancangan Renstra tersebut, Wijaya memaparkan tujuan dan sasaran jangka menengah layanan Diskominfo Cilacap. Antara lain ketersediaan jaringan komunikasi dan informatika ke pelosok perdesaan di seluruh wilayah kabupaten, tersedianya teknologi informasi yang mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance), efektif, dan efisien, serta tersedianya sumber daya manusia aparatur dan masyarakat untuk optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi.

“Oleh karena itu untuk menyediakan akses informasi publik kepada masyarakat, kami berharap penyediaan kebutuhan jaringan internet seluruh OPD dapat terakomodir Kominfo, sehingga harus masuk Renstra”, kata Wijaya.

Diakui sejauh ini Diskominfo masih  terkendala dalam beberapa hal, terutama struktur dan sumber daya manusia. Untuk programmer misalnya, baru ada satu tenaga ahli yang mengantongi sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dalam bidang keahlian tersebut. Diskominfo Cilacap juga masih banyak membutuhkan tenaga ahli untuk spesifikasi jaringan, grafis, software, dan bidang lain terkait teknologi informasi.

“2019 kami berharap bisa menambah pegawai dengan spesifikasi dan jumlah yang kita butuhkan, melalui pengadaan yang didanai APBD Cilacap. Sebab walau tahun ini ada pengadaan CPNS, hasilnya tidak akan maksimal”, terangnya.

Untuk mendukung pelayanan yang optimal, lanjut Wijaya, Diskominfo setidaknya membutuhkan empat tenaga programmer, dua ahli jaringan, dan dua ahli grafis. Agar mendapat dukungan APBD, Pemkab Cilacap harus mulai menentukan standar satuan harga (SSH) untuk kualifikasi keahlian tersebut. Sebagai gambaran, dari hasil studi banding di Kabupaten Tangerang Selatan, programmer dibayar Rp 7 juta. Sedangkan di Kabupaten Kebumen, gaji programmer sekitar Rp 4 juta.

“Untuk membangun Kominfo supaya lebih besar itu yang kita butuhkan. Kalau infrastruktur dan struktur terpenuhi, suprastruktur akan gampang kita laksanakan”, tegasnya.

Sejauh ini pencapaian kinerja yang telah diraih Diskominfo Cilacap antara lain layanan hosting cilacapkab.go.id, penyebarluasan informasi melalui media online, penyediaan ruang server, serta pelayanan LPSE. Selain itu Diskominfo Cilacap telah melaksanakan diseminasi informasi melalui media tradisional dengan menggandeng Forum Komunikasi (FK) Mitra, kehadiran Lembaga Penyaran Publik Lokal (LPPL) Bercahaya FM, serta layanan internet gratis menggunakan mobil Pusat Teknologi Informasi Komunitas (M-Pustika).(don)


Powered by Kominfo Cilacap 2017
%d blogger menyukai ini: